![]() |
Meteran Listrik Sawah
|
Teknologi membuat hidup kita lebih mudah!
Setidaknya itu yang dirasakan para petani di Beduri Utara setelah sawahnya bisa
mendapat aliran listrik melalui Program Listrik Masuk Sawah. Jika dulu ada
Program Listrik Masuk Desa, sekarang di Beduri ada Program Listrik Masuk Sawah.
Mantap!
Program Listrik Masuk Sawah, yang kini
semakin populer di berbagai wilayah di Kab Ponorogo, tidak terlepas dari dua
permasalahan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena petani semakin sulit
mendapatkan BBM (solar) dari SPBU. Kedua, biaya penggunaan pompa listrik
dinilai lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan pompa
diesel.
Karena dua pertimbangan diatas,
beberapa petani di Beduri Utara berinisiatif mengganti pompa dieselnya dengan
pompa listrik. Para petani kemudian menunjuk salah satu warga untuk menjadi
mediator yang bisa menghubungi pihak PLN Ponorogo untuk merealisasikan
rencananya.
![]() |
| Murdjono |
Kepada Beduri Berkarya, Murdjono yakin
Program Listrik Masuk Sawah ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di
Beduri Utara. Dari sisi biaya, penggunaan pompa listrik bisa menekan biaya
hingga 40%-50% dibanding penggunaan pompa diesel.
Dia mencontohkan, kalau menggunakan
pompa listrik, biaya energi untuk 1 ha/ 1 x musim panen tidak lebih dari Rp1,1
juta. Sementara jika menggunakan pompa diesel, biayanya bisa mencapai 3 juta/1
ha/1 x panen.
“Selain itu, operasionalnya juga lebih
mudah, tinggal pencet tombol, pompa sudah nyala. Tidak perlu mengengkol setiap
kali mau dinyalakan,” ujar Murdjono.
Murdjono melaporkan jumlah petani di
Beduri Utara yang sudah menggunakan pompa listrik sebanyak 65 orang. Jumlah
tersebut dipastikan akan terus bertambah, mengingat berbagai keuntungan yang
didapat dengan menggunakan pompa listrik.
Dikatakan, saat ini hampir semua sawah
di wilayah Beduri sudah menggunakan pompa listrik. Berdasarkan pantauan Beduri Berkarya, saat
ini setiap petani di Beduri Utara menggunakan daya listrik yang beragam,
tergantung dari kebutuhan atau jenis pompa yang digunakan.
Untuk petani yang masih menggunakan
diesel dan berniat untuk beralih ke pompa listrik, berikut kisaran biayanya:
NO.
|
BESARAN
DAYA
|
UANG MUKA
(Rp)
|
TOTAL
BIAYA (Rp)
|
1
|
1.300 VA
|
2.000.000,00
|
3.300.000,00
|
2
|
2.200 VA
|
3.000.000,00
|
4.300.000,00
|
3
|
3.500 VA
|
4.000.000,00
|
5.500.000,00
|
Namun, Murdjono mengingatkan, untuk
panjang kabel aliran listrik dari tiang sampai ke lokasi sawah, dari PLN hanya
tersedia 25-30 meter.
“Artinya, kalau ada lokasi sawah yang
membutuhkan ukuran kabel lebih dari 30 meter, maka biaya kelebihannya
ditanggung masing-masing petani,” kata dia.
Dia berharap, dengan adanya Program
Listrik Masuk Sawah, hal itu bisa mengatasi kelangkaan pasokan air yang selama
ini sering dikeluhkan para petani. Selain itu, petani tidak lagi menunggu
antrian panjang di POM hanya untuk beli solar.***
















