“Dengan
kenyataan yang saat ini ponorogo sudah masuk zona merah, saya sangat prihatin
dan menangis,” ungkap Lurah Beduri, Supatmi kepada Beduri Berkarya di Beduri
(7/4).
Supatmi meminta
seluruh masyarakat Beduri agar iku serta bergotong royong dalam mencegah
penyebaran virus corona di wilayah Beduri. Dia juga berharap setiap warga dapat
bertanggungjawab menjaga wilayahnya masing-masing agar terhindar dari wabah
ini.
![]() |
| Lurah Beduri, Supatmi, S.Sos (tiga kanan) foto bersama tiga pilar monitor ODR wilayah Beduri |
Lurah Beduri
menegaskan pencegahan dan pemberantasan penyebaran covid-19 di Beduri merupakan
tanggungjawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Dengan ditetapkannya status Ponorogo
sebagai zona merah, katanya, masyarakat harus lebih peduli kepada keluarga,
tetangga, dan juga lingkungan sekitar.
Dia percaya
masyarakat Beduri sudah sangat sadar akan bahaya virus corona, sehingga akan
lebih giat lagi dalam mengawal Beduri agar terbebas dari penyebaran covid-19. “Mari
kita saling bahu-membahu mewujudkan Beduri yang bebas corona,” ajak Lurah.
Tunda Rencana Mudik
Tunda Rencana Mudik
Sebagai bagian
dari upaya sterilisasi Beduri dari covid-19, Supatmi pun meminta seluruh warga Beduri
yang kebetulan berada di luar Ponorogo, baik di luar daerah maupun di luar
negeri, agar untuk sementara waktu menunda rencana mudiknya ke Ponorogo.
Dalam beberapa
kasus di daerah lain, orang-orang yang mudik dari daerah rantau yang sudah
ditetapkan sebagai zona merah – justru menjadi media penularan virus corona di
daerah asalnya. Untuk itu, Supatmi menghimbau kepada warga di perantauan agar
menunda atau membatalkan niatnya untuk mudik sampai situasi wabah ini
benar-benar hilang.
Dia menilai
para pemudik dari perantauan, apalagi dari daerah endemik, sangat berbahaya
bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. “Bukan tidak mungkin dia (pemudik,
red.) akan membawa virus kemana-mana dan kita tidak tahu kapan dan dimana dia
akan menularkan virus,” kata Lurah.
Lurah optimistis
jika para pemudik, khususnya dari daerah-daerah endemik, bisa dikendalikan. Hal
itu akan mempermudah dalam mencegah penyebaran covid-19.
Dia mengakui,
himbauan ini tidak mudah, apalagi sebentar lagi memasuki bulan suci ramadhan
dan Idul Fitri, dimana menjadi momen para perantau untuk mudik ke daerah
asalnya.
Untuk itu, jika
para perantau tetap memaksakan diri mudik ke Ponorogo untuk bertemu
keluarganya, Supatmi menegaskan mereka wajib untuk melakukan isolasi diri
(social distancing) di rumah masing-masing selama 14 hari sejak mereka tiba di
Ponorogo.
“Ini tidak
mudah, namun kita harus tetap mengikuti protap (prosedur tetap, red.) dari
pemerintah,” ajal Supatmi.
Dengan status
Ponorogo masuk zona merah, Lurah menghimbau bagi warga yang terpaksa keluar
rumah untuk suatu keperluan penting agar selalu memakai masker. Sedangkan bagi
warga yang sedang sakit disarankan untuk tetap tinggal di rumah.
Jangan Mudah Terprovokasi
Supatmi mengamati, sejak covid-19 mewabah di Negeri ini, kini banyak ditemukan berita dan informasi yang berseliweran di media-media sosial atau melalui pesan-pesan berantai di group-group whatsup.
Jangan Mudah Terprovokasi
Supatmi mengamati, sejak covid-19 mewabah di Negeri ini, kini banyak ditemukan berita dan informasi yang berseliweran di media-media sosial atau melalui pesan-pesan berantai di group-group whatsup.
Dia pun
meminta masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam menerima setiap informasi
yang beredar di medsos terkait virus corona. Dalam suasana keprihatinan seperti
ini, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum
pasti kebenarannya.
Lurah khawatir,
jika masyarakat percaya begitu saja berita di medsos atau melalui pesan
berantai tanpa dicek kebenarannya, hal itu justru akan menimbulkan perpecahan
dan adu domba diantara warga masyarakat.
“Kita harus lebih
selektif dalam menerima kabar maupun berita. Jangan mudah terpengaruh dengan
berita-berita yang tidak jelas asal usulnya. Marilah kita ciptakan suasana yang
aman tenteram,” ajak Supatmi.
Lurah mengajak
untuk selalu check & recheck setiap informasi yang diterima. Untuk informasi
masalah penanganan wabah covid-19 di Kelurahan Beduri, masyarakat Beduri bisa
langsung menghubungi Posko Siaga Virus Corona Kelurahan Beduri.
Selain menghubungi
Posko, warga juga bisa berkunjung ke https://beduriberkarya.blogspot.com
untuk mendapatkan informasi seputar
penanganan covid-19 di Kelurahan Beduri. Dijelaskan, semua informasi seputar
penanganan virus corona bisa didapat melalui website itu.
“Jadi, cek
kebenarannya di posko atau berkunjung ke website jika menerima informasi
terkait masalah corona di Kelurahan Beduri,” pinta dia.
Terakhir,
Supatmi meminta kepada warga Beduri agar selalu membiasakan diri cuci tangan
dengan sabun setiap masuk rumah atau keluar rumah. Untuk itu, setiap warga dihimbau
menyediakan tempat cuci tangan di rumah masing-masing.
Warga dihimbau
tetap tenang dan selalu waspada dalam menghadapi wabah covid-19. “Jangan panik,
perbanyak doa, dan serahkan semua permasalahan ini hanya kepada Alloh SWT,”
ajak Lurah.***




