Senin, 30 Maret 2020

Kegiatan Penyemprotan Desinfektan di Wilayah Kelurahan Beduri

Menindaklanjuti himbauan Lurah Beduri terkait upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kelurahan Beduri, seluruh  RT di wilayah Beduri melakukan penyemprotan desinfektan  secara serentak pada Ahad, 29 Maret 2020.

Berikut kegiatan penyemprotan desinfektan di beberapa lingkungan RT di Kelurahan Beduri yang berhasil diliput Beduri Berkarya.  

Penyemprotan di Lingkungan RT 03/02


Tim Penyemprot bersama Lurah Beduri (tiga kiri)
Warga RT 03/02 menyambut baik himbauan Lurah Beduri untuk melakukan penyemprotan dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19. Kegiatan yang dihadiri oleh Lurah Beduri  tersebut dilakukan dengan melibatkan warga secara bergotong royong.

“Alhamdulillah, dengan kerjasama yang baik, sebanyak 60 rumah warga yang ada di RT 03/02 bisa disemprot semua,” kata Ketua RT 03/02, Mansyur, ketika dihubungi Beduri Berkarya melalui telepon.

Mansyur
Bahkan, Mansyur mengatakan, karena memiliki banyak persediaan desinfektan, pihaknya berinisiatif melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga yang ada di RT 02/02 dan RT 04/02. Dia mengatakan ada sekitar 40 rumah yang disemprot di dua RT tetangga itu. “Jadi ada 100-an rumah yang kami semprot,” kata Mansyur.

Dikatakan, penyemprotan di RT tetangga merupakan inisiatif dari Gerakan Remaja Branjangan Bersatu (GARBU). Namu, diakui, untuk penyemprotan di RT 02 dan RT 04 tidak bisa maksimal karena hanya fokus pada teras rumah. Selain itu, waktunya juga sangat terbatas.

Dia mengaku mendapatkan ‘resep’ desinfektan dari salah seorang teman di Komunitas Petani Maju Ponorogo (KPMP) yang juga seorang dosen di Universitas Jember. Untuk racikan desinfektan, lanjut dia, menggunakan bahan-bahan pembersih dari produk Byclean, Wipol, dan So Klin lantai.

Penyemprotan di Lingkungan RT 01/03

Tim Penyemprot RT 01/03 bersama Ketua RT (paling kanan)
Di lingkungan RT 01/03, kegiatan penyemprotan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga. Kepada Beduri Berkarya, Ketua RT 01, Mujiono, menyebutkan penyemprotan dilakukan terhadap sedikitnya 40 rumah warga yang ada di lingkungan RT 01/03. Dia berharap dengan adanya penyemprotan ini dapat mencegah penyebaran virus Corona di lingkungannya.

Dia mengatakan Pengurus RT hanya melakukan penyemprotan di luar rumah. Untuk di dalam rumah, katanya, diserahkan kepada masing-masing warga pemilik rumah untuk membersihkannya sendiri. “Kami mohon kepada seluruh warga agar rajin mengepel lantai agar rumah terjaga kebersihannya,” pinta Mujiono.

Penyemprotan di rumah Warga
Ketua RT mengatakan bahan yang digunakan sebagai obat desinfektan untuk menyemprot rumah warga adalah Karbol. Menurut dia, Karbol dipilih karena cairan pembersih desinfektan ini memiliki bau wangi. “Tidak hanya bisa memutus penyebaran coronavirus, namun bisa membunuh kuman, bakteri, dan jamur,” katanya.

Penyemprotan di Lingkungan RT 02/03

Seorang Warga Sedang Beraksi
Suyitno
Kegiatan penyemprotan desinfektan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 juga dilakukan di RT 02/03. Kegiatan penyemprotan dilakukan pada rumah-rumah warga, khususnya menyasar pada bagian-bagian luar rumah, seperti teras.

Melalui kegiatan penyemprotan tersebut, Ketua RT 02/03, Suyitno, berharap dapat mengurangi risiko penyebaran virus corona ini. Dikatakan, sedikitnya ada  40 rumah warga yang disemprot dengan bahan-bahan desinfektan yang diracik sendiri.

Meskipun sudah dilakukan penyemprotan, namun Suyitno tetap berharap warga tetap menjaga kebersihan rumah, dengan sering-sering mengepel lantai, khususnya pada bagian-bagian yang  sering dijadikan tempat untuk bersarang kuman, bakteri, dan jamur.

Penyemprotan di Lingkungan RT 05/03

Seorang Warga sedang bersiap melakukan penyemprotan
Kegiatan yang sama juga dilakukan di RT 05/03. Warga Jalan Johan juga bergotong royong melakukan penyemprotan desinfektan terhadap 36 rumah warga di RT 05/03.

Ketua RT 05/03, Sugiyono, meminta seluruh warga agar selalu menjaga kebersihan rumah. Dengan kondiri rumah bersih, dia yakin dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19.

 “Warga harus sering membersihkan rumah, mengepel lantai, dan bagian-bagian tertentu di dalam rumah,” ujar Sugiyono.

Sugiyono
Untuk “ramuan” desinfektan yang digunakan, RT 05/03 menggunakan bahan-bahan seperti produk Bayclean , Wippol , Sunligh , Rinso cair. Menurut dia, campuran produk-produk pembersih tersebut dapat membunuh bakteri, kuman, dan jamur. Dan diharapkan, ramuan itu dapat mengatasi virus Corona.

RT 01/03 dan RT 05/03 memiliki hubungan yang cukup baik. Selain lokasinya berdekatan, kedua RT tersebut juga sering terlibat dalam kerjasama dalam kegiatan-kegiatan tertentu, terutama kegiatan keagamaan.

“Kebetulan kami satu mushola (Mushola Baiturrohman, red.) dengan Pak Giono,” ungkap Mujiono, yang juga menjabat sebagai Bendahara Mushola Baiturrohman.

 Penyemprotan di Lingkungan RT 07/03

Warga RT 07/03 Gotong Royong Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Selain RT-RT tersebut diatas, RT-RT yang lain juga melakukan kegiatan penyemprotan di wilayah masing-masing. Di Kelurahan Beduri terdapat 15 RT, yang terbagi dalam tiga RW, yang melakukan penyemprotan secara serentak.

Berikut daftar RT yang ada di Wilayah Kelurahan Beduri yang melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan. 

Jumat, 27 Maret 2020

Gapoktan Margo Mulyo Sepakati Hentikan Sementara Kegiatan Pertemuan dan Tansaksi Simpan-Pinjam


Memperhatikan dan menindaklanjuti himbauan Bupati Ponorogo, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 445/945/405.03.1/2020 tentang Pembatalan Kegiatan Yang Melibatkan Pengumpulan Massa Dan Penutupan Sementara Seluruh Gedung Persewaan Baik Pemerintah Maupun Swasta Dalam Rangka Pencegahan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kabupaten Ponorogo.

Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Mulyo Kelurahan Beduri Ponorogo sepakat untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pertemuan rutin, arisan anggota, dan transaksi simpan-pinjam menyusul masih mewabahnya COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia.

Hari Santoso
Hal tersebut disampaikan Ketua Gapoktan Margo Mulyo Kelurahan Beduri, Hari Santoso, usai melakukan pertemuan terbatas dengan Pengurus Gapoktan di  d'Lapan  Resto & Meeting Room, Jl. MT. Haryono, Beduri (27/3/2020). Hadir pada pertemuan tersebut Babinkamtibmas Kelurahan Beduri.

Kedai tersebut dipilih, menurut Hari, karena memenuhi persyaratan keamanan dari COVID-19, diantaranya tempatnya bersih, nyaman, serta memiliki ruangan yang besar, sehingga mudah mengatur posisi tempat duduk agar diantara peserta rapat bisa saling menjaga jarak aman. 

Dengan masih mewabahnya virus Corona, Hari mengajak seluruh masyarakat Beduri untuk menaati himbauan yang disampaikan oleh pemerintah dan aparat kepolisian.

Hari menegaskan pentingnya mengikuti himbauan pemerintah agar untuk sementara waktu tidak mengadakan pertemuan, mengurangi interaksi dengan orang lain, serta selalu ada di rumah. Selain itu, tidak kalah penting adalah menjaga stamina agar badan tetap sehat.

“Karena, virus Corona ini penyebarannya sangat cepat dan sangat mematikan,” kata pria yang kerap disapa Sijek itu.

Dia pun membeberkan alasannya tetap melakukan pertemuan Pengurus Gapoktan di tengah situasi yang sangat tidak kondusif saat ini.

Pertama, sebagai Pengurus Gapoktan – yang membawahi tiga Kelompok Tani dengan jumlah anggota sebanyak 194 petani – harus membuat kesepakatan penting dan mendesak, yang nantinya akan menjadi acuan kebijakan bagi anggota kelompok tani.

Kedua, pertemuan Pengurus Gapoktan dimaksudkan untuk mengajak anggota kelompok tani agar untuk sementara waktu tidak melakukan pertemuan dan menghentikan transaksi simpan pinjam di kelompoknya masing-masing.

Dijelaskan, transaksi itu artinya ada kontak langsung dan itu sangat berpotensi menjadi media penularan. “Bisa dibayangkan, kalau tidak kita atur, dan masing-masing kelompok tani masih ada pertemuan dan transaksi simpan-pinjam justru membahayakan diri mereka sendiri,” tegas Hari.

Ketiga, Pengurus Gapoktan dibebani tanggungjawab terkait dengan laporan keuangan, terutama dana PUAP yang tidak sedikit. Untuk itu, pertemuan itu sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab dan komitmen Pengurus Gapoktan dalam menjalankan roda organisasi di tengah situasi wabah Corona.

Hari menyebutkan beberapa poin kesepakatan penting yang dicapai dalam pertemuan tersebut, antara lain:
  1. Pertemuan rutin Gapoktan Margo Mulyo untuk sementara waktu ditiadakan sambil menunggu situasi kembali pulih dari krisis wabah Corona.
  2. Karena dalam pertemuan rutin Gapoktan Margo Mulyo juga terdapat kegiatan arisan, maka pembayaran arisan yang tertunda akan dibayarkan sekaligus pada arisan berikutnya (dibayar dobel).
  3. Transaksi simpan-pinjam di Gapoktan Margo Mulyo dihentikan sementara waktu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait merebaknya wabah COVID-19.
  4. Masing-masing kelompok tani anggota Gapoktan Margo Mulyo tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pertemuan dan transaksi simpan-pinjam selama masa krisis wabah Corona.
  5. Sejak diberhentikannya transaksi simpan-pinjam di Gapoktan Margo Mulyo maka untuk pembayaran bunga angsuran ditiadakan untuk sementara waktu.
Hari berharap, poin-poin yang sudah disepakati Pengurus Gapoktan tersebut diatas dapat dilaksanakan oleh seluruh anggota dengan penuh tanggungjawab. Dia juga meminta setiap anggota kelompok tani untuk menyosialisasikan kesepakatan ini kepada para petani yang menjadi anggotanya. ***

Senin, 23 Maret 2020

Cegah Virus Corona, Bupati Ponorogo Himbau Semua Kegiatan Yang Melibatkan Pengumpulan Massa Dibatalkan

Ipong Muchlissoni (Kominfo Po)
Dalam rangka menerapkan pengamanan maksimal di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo dari penyebaran dan penularan COVID-19, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengeluarkan surat himbauan agar seluruh kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa dibatalkan atau ditutup untuk sementara waktu.

Himbauan Bupati tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 445/945/405.03.1/2020 tentang Pembatalan Kegiatan Yang Melibatkan Pengumpulan Massa Dan Penutupan Sementara Seluruh Gedung Persewaan Baik Pemerintah Maupun Swasta Dalam Rangka Pencegahan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Ponorogo.

Bupati Ipong, sebagaimana dikutip dari situs resmi Pemkab Ponorogo, menyatakan Surat Himbauan tersebut sebagai tindak lanjut dari Keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Surat Gubernur Jawa Timur, yakni:

  1. Keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI No. 13 A Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.
  2. Surat Gubernur Jawa Timur Nomor  420/1780/101.1/2020 Tanggal 15 Maret 2020 Perihal Peningkatan Kewaspadaan terhadap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
  3.  Instruksi Bupati Ponorogo Nomor 01 Tahun 2020Tanggal 16 Maret 2020 Tentang Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Ponorogo.
Dalam Surat Edaran tersebut dinyatakan bahwa agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang besar dan tidak berimplikasi pada aspek sosiaf ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. 

Bupati meminta seluruh masyarakat melakukan pembatalan kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa dalam bentuk apapun. Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan 15 April 2020.

Surat Edaran tersebut juga ditujukan kepada Lembaga Pemerintah maupun Swasta yang menjalankan usaha persewaan gedung agar menutup sementara usahanya. Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi perkembangan lebih lanjut Status Keadaan Tertentu Darurat Wabah Penyakit Akibat virus Corona di Indonesia.

Berikut kondisi terkini Penanganan COVID-19 di Kabupaten Ponorogo, sebagaimana dikutip dari Dinas Kominfo dan Statistik Kab Ponorogo.


Beduri Aman dari COVID-19

Dengan adanya Surat Edaran tersebut, Lurah Beduri, Supatmi, S.Sos., menghimbau kepada seluruh warga Beduri agar menaati himbauan Bupati tersebut. “Demi kebaikan bersama, saya minta kepada seluruh warga Beduri agar mengikuti himbuan Pak Bupati,” ajak Lurah.  

Supatmi melaporkan wilayah Beduri masih terbebas dari penyebaran dan penularan COVID-19. Dia mengatakan pihaknya telah melakukan crosscheck dengan dokter di Puskesmas Ponorogo Utara dan RSUD Dr. Hardjono, Ponorogo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dokter di dua instansi kesehatan pemerintah tersebut, dia mengatakan, sampai hari ini (Ahad, 22/3/2020, red.), tak ada seorang pun warga Beduri yang tertular virus Corona. "Wilayah Beduri masih aman dari wabah virus Corona," kata Supatmi.

Meskipun demikian, dia meminta seluruh warga Beduri tetap waspada sembari menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dan jangan lupa, dia mengingatkan, untuk selalu berdo’a agar wabah ini bisa segera berakhir.

Supatmi meminta kepada para Ketua RT/RW di wilayah Kelurahan Beduri untuk menginformasikan himbauan Bupati ini kepada warganya masing-masing. Agar untuk sementara waktu, semua kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa dihentikan, sampai situasi kembali normal.

Demikian juga kepada seluruh masyarakat Beduri, Lurah menghimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota, terutama ke daerah-daerah yang sudah terjangkit COVID-19, seperti Surabaya, Malang, Solo, Magetan, dan kota-kota lainnya. Hal itu perlu dilakukan guna memutus rantai penyebaran coronavirus.

Supatmi mengajak seluruh warga Beduri untuk bersama-sama memerangi virus Corona. Dengan kerjasama yang baik antarwarga, Lurah optimistis bisa memberantas virus Corona yang ada di wilayah Beduri. "Kita tetap optimis dan penuh semangat. Bersama Kita Bisa Menuju Beduri Hebat," ujar Supatmi.

Sementara itu, sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19, Kel. Beduri bekerjasama dengan Tim dari Koramil Kecamatan Kota Ponorogo dengan dibantu petugas dari Kambtibmas Kel. Beduri telah melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah masjid di lingkungan Beduri, antara lain di Masjid Arrohmah di Jalan Mangga dan Masjid Al-Mupala di Jalan Puter.

Dengan adanya penyemprotan ini, Lurah berharap dapat mencegah berkembangnya virus di tempat-tempat ibadah, seperti masjid dan mushola. Dia bertekad akan melakukan segala upaya agar Beduri tetap aman dari COVID-19. Semoga!

KEGIATAN PENYEMPROTAN (24/3/2020)

Masjid Arrohmah di Jalan Mangga 
Masjid Al-Mupala di Jalan Puter 

Masjid Al-Mupala di Jalan Puter

Sabtu, 21 Maret 2020

Soal Kebijakan Meliburkan Sekolah, Pemerintah Diminta Berikan Kompensasi

Sarmin, SPd. 
Sesuai Instruksi Bupati Ponorogo No. 01 Tahun 2020 tentang Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID2019) Di Kabupaten Ponorogo, khususnya terkait dengan penyelenggaraan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Pada poin (a) disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah masing-masing bagi peserta didik pada semua jenjang dan jenis pendidikan mulai tanggal 17 Maret 2020 hingga tanggal 30 Maret 2020.

Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan bersama Kementerian Agama, Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk mengawasi dan memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Atas diterbitkannya kebijakan Bupati tersebut, Beduri Berkarya telah mewawancarai Sarmin, SPd., Kepala Sekolah SDN Kalimalang, Sukorejo, Ponorogo, dalam rangka meminta tanggapan dan masukan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah selama terjadi wabah virus Corona di Indonesia.

Kepada Beduri Berkarya (20/3/2020), Sarmin mengaku sangat mendukung kebijakan Bupati itu dalam rangka menyelamatkan warga Ponorogo dari bahaya COVID-19. Namun, dia menilai, agar kebijakan tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran, pemerintah perlu  memberikan kompensasi bagi siswa yang melaksanakan kegiatan belajar di rumah masing-masing.

Lantas, apa saja kompensasi yang dibutuhkan?

Kompensasi pertama, yang perlu diberikan pemerintah kepada siswa, menurut Sarmin, adalah fasilitas internet gratis. Hal ini penting, karena tidak semua wali murid mampu membelikan anaknya paket internet yang mahal untuk mendukung kegiatan belajar di rumah. “Bisa nggak pemerintah menyediakan kuota internet kepada siswa yang diliburkan?,” tanya Sarmin.

Kepala Sekolah menegaskan, yang dibutuhkan orangtua saat ini adalah paket internet gratis. Dia mencontohkan, untuk bisa men-download materi pelajaran yang diberikan sekolah, butuh paket internet yang besar. Karena paket internet mahal, lanjut dia, tidak sedikit orantua/wali murid yang lebih memilih anaknya tetap sekolah ketimbang belajar di rumah, namun tetap dalam pengawasan ketat dari pihak sekolah.
Kelas Terdampak Akibat COVID-19

Sementara bagi yang mampu membelikan paket internet, apakah sudah selesai permasalahannya? Belum tentu. Menurut dia, jika orangtua tidak bisa mengawasi anak-anaknya bermain internet di HP, justru mereka tidak menggunakan paketan internet untuk belajar melainkan untuk bermain game.

Selain kompensasi berupa pembelian kuota internet, menurut Sarmin, pemerintah bisa menyediakan buku-buku pelajaran, baik bisa didapat dengan membayar atau secara cuma-cuma.  Dikatakan, tidak semua wali murid memiliki perangkat gadget untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di rumah.

Apalagi, dia menyebutkan, wali murid yang memiliki HP android di sekolah tempat dia mengajar tidak lebih dari 40 persen. Dari 40 wali murid yang ada di satu kelas, katanya, yang memiliki HP android hanya sekitar 15 orang. Untuk itu, ketersediaan buku pelajaran menjadi sangat penting. "Buku pelajaran yang disediakan hanya untuk selama masa belajar di rumah," ujar Sarmin. 

Kegiatan Penyemprotan di Kelas 
Kompensasi ketiga, khusus untuk sekolah, pemerintah menyediakan peralatan kesehatan, seperti alat penyemprotan, wastafel untuk cuci tangan, dan lainnya. Menurut Sarmin, jika suatu daerah/tempat ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) maka segala keperluan terkait penanganan KLB tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah.

Dia mencontohkan, soal penyemprotan sekolah seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah, karena sekolah ditetapkan sebagai KLB sehingga siswa harus diliburkan. Namun, pihak sekolah tidak terlalu menuntut pemerintah, karena masih bisa mengajak instansi lain untuk melakukan penyemprotan bersama di sekolahnya. “Beruntung di masyarakat kita masih ada budaya gotong royong,” kata Sarmin.

Terakhir, ada kompensasi berupa pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah kepada anak didik. Anak-anak yang tidak sekolah – jika tidak ada pengawasan ketat dari orangtua – justru sering bermain di luar rumah.  Itu artinya, sangat riskan bagi anak-anak yang bermain di luar selama masa ‘karantina’. Pemeriksaan itu penting untuk memastikan anak masih dalam keadaan ‘seteril’. 

Dengan adanya kebijakan belajar di rumah, dia berharap kepada seluruh orangtua untuk mengawasi kegiatan anak-anaknya di rumah.  Sementara bagi siswa yang tidak didampingi orangtua (ayah/ibu) karena orangtua harus bekerja di luar negeri. Kepada pihak saudara yang dititipi anak tersebut agar memberikan perlakuan yang sama seperti anak sendiri.

Sarmin mengaku sangat mendukung kebijakan Gubernur Jawa Timur yang akan memberikan kompensasi kepada para pedagang yang berjualan di sekitar sekolah yang terpaksa tidak bisa berjualan karena terkena dampak kebijakan sekolah diliburkan. “Soal kompensasinya apa, kita tunggu saja, semoga terealisasi,” pungkas dia.

Lurah Beduri: Pemerintah Fokus pada Penanganan COVID-19

Kantor Pemkab Ponorogo (https://id.wikipedia.org)
Sementara itu, menanggapi usulan Kepala SDN Kalimalang tersebut, Lurah Beduri, Supatmi, melalui pesan Whatsup, menyatakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo sangat serius dalam menangani permasalahan mewabahnya virus Corona di wilayah Ponorogo.

Termasuk, memberikan perhatian penuh terhadap anak-anak sekolah yang saat ini diliburkan agar mereka terhindar dari kemungkinan terjangkit COVID-19 yang dikenal sangat ganas itu. “Kami akan melakukan upaya maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di kalangan pelajar,” tegas Supatmi.  

Lurah Beduri menyampaikan bahwa dalam suasana genting seperti saat ini pemerintah lebih fokus pada penanganan bagaimana virus tersebut bisa teratasi sampai tingkatan paling bawah. Dikatakan, jika dalam perjalanan waktu penanganan virus Corona masih belum juga reda, pemerintah akan mempertimbangkan usulan tersebut.

Karena sekolah diliburkan dan anak-anak belajar di rumah, pemerintah mempercayakan sepenuhnya tanggungjawab anak-anak kepada orangtua masing-masing. Supatmi optimistis, kerjasama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, wali murid, dan para siswa akan terus terbina, demi mewujudkan Ponorogo yang bebas COVID-19.

Sementara terkait dengan internet gratis, dia menyampaikan pemerintah pusat sudah memberi wadah dengan cara beli di aplikasi My Telkomsel dan akan mendapatkan kuota 30Gb secara gratis. Namun, lanjut dia, fasilitas ini hanya untuk akses belajar di Ruang Guru  dan tidak untuk keperluan yang lain.



Supatmi berharap siswa atau wali murid dapat memanfaatkan fasilitas tersebut  agar kegiatan belajar di rumah bisa berjalan lancar. Dia mengingatkan fasilitas ini hanya untuk akses belajar di Ruang Guru. “Ya itu sedikit mungkin bisa meringankan orang tua dalam mendidik anaknya selama belajar dirumah,” Lurah berharap. ***


Rabu, 18 Maret 2020

INSTRUKSI BUPATI PONOROGO NOMOR 01 TAHUN 2020 TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN COVID-19 DI KAB PONOROGO






LIPUTAN ACARA RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI VIRUS CORONA/COVID-19 KEL. BEDURI

Foto Bersama:
Lurah Beduri, Kepala Puskesmas Ponorogo Utara, Babin/Kamtibmas, dan Peserta Rakor Corona


Menindaklanjuti Instruksi Bupati Ponorogo No. 01 Tahun 2020 tentang Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-2019) Di Kabupaten Ponorogo. Pihak Kel. Beduri telah mengadakan acara “Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Corona/COVID-19”, di Aula Kel. Beduri (17/3/2020).

Hadir pada acara Rakor tersebut antara lain Lurah Beduri, Kamtibmas dan Babinsa Kel. Beduri, Kepala Puskesmas Ponorogo Utara sebagai pembicara, serta seluruh undangan para guru, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. 

Berikut hasil liputannya.


Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Orangtua Diminta Pantau Anak-Anak Selama Diliburkan Sekolah

Supatmi, S.Sos. 
Dalam Sambutannya, Lurah Beduri, Supatmi, meminta agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi merebaknya virus Corona ini. Dikatakan, virus ini memang penularannya sangat cepat dan mematikan. Boleh dibilang, ini virus paling ganas yang menyebabkan banyak korban berjatuhan.  

Meskipun demikian, itu tidak boleh disikapi dengan rasa panik dan cemas yang berlebihan, sehingga justru bisa memperlemah sistem imunitas tubuh kita sendiri. “Sikapi dengan tenang dan mulai mengubah PHBS (pola hidup bersih dan sehat, red.),” ujar Supatmi.

Dia juga mengingatkan adanya Instruksi Bupati Ponorogo terkait upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona (COVID-19). Dari Instruksi Bupati yang berjumlah 15 poin itu, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal poin keputusan libur sekolah di wilayah Ponorogo. Instruksi Bupati Ponorogo No. 01 Tahun 2020 selengkapnya dibaca DISINI.

Terkait hal tersebut, Lurah mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya selama menjalani proses belajar di rumah, menyusul adanya Instruksi Bupati Ponorogo yang meliburkan anak sekolah di seluruh jenjang pendidikan/sekolah, di wilayah Ponorogo, mulai 17 – 30 Maret 2020.

Supatmi menjelaskan, dengan mengacu pada Instruksi Bupati Ponorogo tersebut, ada perubahan konsep dan sistem belajar-mengajar. Tidak lagi bertemu bertatap muka di dalam kelas, melainkan belajar di rumah masing-masing dengan metode belajar online. “Namun tetap dipantau oleh masing-masing guru di sekolah,” kata Lurah.

Peserta Rakor Corona
Lurah Beduri minta kepada para Ketua RT/RW dan Kepala Sekolah untuk terus memantau anak-anak selama menjalani proses belajar di rumah. Orangtua juga diingatkan agar jangan sampai lengah dalam menjaga anak-anak. “Dengan kata lain, jangan sampai anak-anak malah menggunakan kesempatan libur sekolah untuk bermain di luar rumah. Ini yang perlu kita cegah,” tegas Supatmi.

Dijelaskan, tujuan sekolah diliburkan adalah untuk memutus rantai penularan virus corona yang merebak di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan mengurangi keluar rumah, menurut dia, hal itu bisa meminimalisir terjadinya penyebaran virus COVID-19 ini.

Untuk itu, dia kembali mengingatkan, agar orangtua memastikan anak-anak mengikuti proses belajar di rumah sesuai yang berikan oleh guru masing-masing. Termasuk kepada pihak Kamtibmas Kel. Beduri diminta untuk turut serta membantu memantau dan mengawasi anak-anak selama masa belajar di rumah. 

Virus Corona (www.radarbandung.id)
Selain “merumahkan” siswa-siswi sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah seperti study tour juga ditunda. Intinya, untuk meminimalisir penularan virus Corona, mulai sekarang perlu menghindari tempat-tempat keramaian, seperti pasar, mall, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Diharapkan, selama 14 hari ini, kita bisa mengurangi keluar rumah jika tidak ada hal yang sangat penting dan mendesak. 

Termasuk, fasilitas-fasilitas umum, seperti sekolah, masjid, mushola, dan fasilitas lainnya perlu dijaga kebersihannya. “Ikuti anjuran Bupati untuk menggulung karpet masjid untuk sementara waktu serta warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungannya masing-masing.

Demi Beduri yang bebas virus Corona ini, Supatmi meminta semua pihak terlibat aktif melakukan sosialisasi akan bahaya virus yang sangat mematikan ini di lingkungan masing-masing. “Mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan (PT, SMA, SMP, SD, TK, dan PAUD), orangtua/walimurid, monggo kita bersatu melawan virus Corona,” ajak Lurah Beduri.

Cegah Penularan Virus Corona, Ini Penjelasan dr. Barunanto Ashadi


dr. Barunanto Ashadi
Sementara itu, dr. Barunanto Ashadi, Kepala Puskesmas Ponorogo Utara, yang diundang sebagai pembicara dalam acara sosialisasi tersebut, mengatakan bahwa sejatinya virus itu bisa dikatakan makhluk setengah hidup. Artinya, virus hanya bisa bertahan hidup di benda hidup. Jika dia (virus, red.) menempel pada benda mati, virus tersebut tidak akan bisa lama (bertahan hidup).

Menurut dia, tempat juga mempengaruhi virus untuk bisa bertahan hidup. Dia mencontohkan, virus yang menempel di logam umumnya bisa bertahan hidup lebih lama ketimbang virus yang menempel pada baju atau kain. Untuk itu, dia mengingatkan, agar kita selalu berhati-hati dan tidak sembarangan memegang benda-benda logam saat berada di tempat umum, seperti tangga yang ada di mall dan sebagainya.

“Juga tidak usah khawatir dan takut tentang penularan virus Corona, karena virus Corona hanya bisa menular dari orang ke orang dengan jarak 1.8 meter, melalui percikan air ludah atau bersentuhan,” jelas Barunanto.  

Menghadapi merebaknya virus Corona, menurut Barunanto, yang paling aman adalah membiasakan diri untuk selalu cuci tangan sehabis bepergian dari suatu tempat. Dia mengungkapkan, menurut penelitian, mencuci dengan air mengalir itu lebih baik dibanding dengan mencuci menggunakan sanitizer. Hal ini karena jumlah sanitizer yang digunakan umumnya tidak mencukupi. Kedua, teknik penggunaannya juga sering salah, sehingga tidak bisa merata ke seluruh bagian tubuh yang dicuci.

Menurut dia, sulitnya menghadapi penyakit akibat virus, termasuk COVID-19, karena virus tidak bisa diobati dengan obat antibiotik. “Virus itu makhluk setengah hidup, maka obat antibiotik tidak bisa mengobati penyakit akibat virus”, kata Kepala Puskesmas Ponorogo Utara itu.

Dikatakan, menjaga daya tahan tubuh tetap fit juga menjadi salah satu cara untuk menangkal penyebaran virus masuk ke tubuh kita. Dia mengatakan, dalam beberapa kasus, virus umumnya akan mudah menyerang seorang yang sedang mengalami beban psikologis, seperti stress. Orang yang mengalami stress biasanya daya tahan tubuhnya menjadi lemah. Hingga berbagai macam penyakit pun mudah menyerang,  termasuk virus.

Selain stress, panik dan perasaan cemas yang berlebihan juga bisa mempengaruhi daya tahan tubuh. Dalam kondisi rawan penyebaran virus Corona ini, dia menyarankan agar kita tetap tenang dan tidak perlu panik, yang bisa berakibat melemahkan daya tahan tubuh kita.

Peserta Sosialisasi Corona
Barunanto menjelaskan, gejala umum seorang yang terpapar virus Corona biasanya mengalami demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas. Dikatakan, panas itu ibarat alarm dalam tubuh kita. Jika ada gangguan penyakit yang masuk kedalam tubuh kita maka alarm berupa panas itu akan ‘menyala’.

Menurut dokter, virus Corona bisa diminimalisir dengan meminum banyak air putih. Dia menyarankan sesering mungkin kita minum air putih untuk membasahi tenggorokan kita. Pasalnya, virus umumnya akan mudah menyerang seorang yang tenggorokannya terlalu kering karena kekurangan cairan (kurang minum).

Minum air putih sangat bermanfaat untuk mendorong virus di tenggorokan agar masuk ke asam lambung. Virus yang masuk ke asam lambung dengan sendirinya akan mati. Karena konsentrasi asam lambung yang cukup kental. Sekaligus, kita dianjurkan untuk tidak terlalu banyak minum es, karena es bisa menekan sistem pertahanan tubuh kita. “Virus itu bisa bertahan hidup lebih lama dalam kondisi dingin dan akan segera mati jika kondisinya panas,” katanya.

Diakui, virus Corona memang menjadi wabah global yang perlu penanganan sangat serius. Saat ini, lebih dari 100 negara di dunia, termasuk Indonesia, sudah tertular COVID-19. Yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona, salah satunya adalah dengan mendata para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri. “Mereka yang baru pula bekerja di negara yang sudah tertular virus perlu terus dipantau,” ujar Barunanto.

Peserta Rakor Corona 
Bagaimana cara memantaunya? Kita pantau selama 14 hari sejak dia pulang dari luar negeri. Jika dalam waktu 14 hari dia mengalami demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas, maka harus dilakukan screening untuk memastikan apakah ada gejala terkena virus Corona atau ada penyakit lain yang dibawa dari luar negeri.

PMI yang baru pulang bisa dikatakan aman dari virus Corona, jika setelah 14 hari tidak menunjukkan gejala apapun. Jika terjadi sakit setelah 14 hari maka itu kemungkinan besar karena sakit biasa, bukan karena virus Corona.

Dilaporkan, di Kel. Beduri khususnya terdapat 4 PMI yang baru pulang dan keempat orang tersebut terus dipantau perkembangannya selama 14 hari sejak mereka tiba di Beduri. Jika dalam waktu 14 hari dia mengalami sakit, disarankan agar segera melapor ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengecekan lebih lanjut.*****  

Minggu, 01 Maret 2020

Peringatan Isra’ Mi’raj dan Kegiatan Donor Darah di Masjid Al-Muwahidin Beduri Ponorogo

Penampilan Group Hadroh "Dzawil Hija"

Ikatan Remaja Masjid Tula’an dan Bakalan (IKROMAT) menggelar Peringatan Isra’ Mir’raj Nabi Besar Muhammad SAW tertajuk “Membangun Generasi Mudah Dengan Akhlak Yang Mulia”.

Bertindak sebagai pembicara dalam kegiatan yang dihelat di Halaman Masjid Al-Muwahidin (Sabtu, 29/2/2020), Beduri Ponorogo, adalah Ustadz Kharisul Wathoni dari IAIN Ponorogo.

Hadir pada acara tersebut sejumlah undangan, antara lain Lurah Beduri, Ketua PMI Ponorogo, tokoh masyarakat, dan segenap undangan pengajian.

Menyukuri Nikmat Allah
Ustadz Kharisul Wathoni
Dalam ceramahnya, Ustadz Kharisul mengingatkan pentingnya kita beribadah kepada Allah secara total. Kandungan QS Al-Isra’ ayat 1, kata Ustadz, salah satunya agar kita menyerahkan segala urusan hidup ini kepada Allah SWT.

Memaknai “Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa”. Menurut Ustadz Kharisul, bahwa segala aktivitas yang kita lakukan tidak terlepas dari kehendak Allah.

Hadirin Peserta Pengajian
“Hidup kita ini atas kuasa Allah, seperti Nabi yang diperjalankan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj”, kata Ustadz.

Untuk itu, siapapun kita dan apapun pekerjaan kita, hendaknya selalu mengikuti perintah dan menjauhi laranganNYA. Itulah hakekat taqwa. Ustadz pun mengajak hadirin agar pandai-pandai menyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Gerakan Sholat Subuh Berjamaah
Supatmi
Sementara itu, Lurah Beduri, Supatmi, dalam sambutannya memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh remaja masjid atas terselenggaranya kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Muwahidin, Beduri Ponorogo.

Dia berharap yang dilakukan remaja masjid ini bisa menjadi contoh bagi remaja-remaja masjid yang lain di lingkungan Kelurahan Beduri.

Pada kesempatan itu, Supatmi juga meminta masyarakat Beduri untuk ikut serta menyukseskan Gerakan Subuh Berjamaah yang rintis oleh Pemkab Ponorogo. Dia mengingatkan, beberapa bulan lalu, di masjid ini (Masjid Al-Muwahidin, red.), telah dilaksanakan shalat subuh berjamaah yang dihadiri oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Menurut dia, gerakan ini sangat baik untuk membiasakan warga bisa shalat di masjid, sekaligus dalam rangka lebih memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan (Islam). “Mari kita shalat subuh berjamaah seperti yang sudah dilaksanakan Pak Bupati di masjid ini,” ujar Lurah Beduri.   
Sesepuh Kyai Khabib (kiri)

Dia juga mengingatkan pentingnya shalat subuh berjamaah, yang nilai atau pahalanya sangat besar, lebih besar dibanding shalat lima waktu yang lain.

Dikatakan, momen peringatan Isra’ Mi’raj Nabi SAW hendaknya bisa meningkatkan ketakwaaan kita kepada Allah SWT.  Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang sempurna. Beliau adalah contoh dan suri tauladan terbaik bagi umat Muslim di seluruh dunia.

“Mari kita mencontoh Nabi Muhammad SAW  agar dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.

Kegiatan Donor Darah
Suwadah
Selain menggelar kegiatan pengajian dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, IKROMAT bekerjasama dengan PMI Ponorogo juga menyelenggarakan bakti sosial berupa kegiatan donor darah pada pagi harinya (Ahad, 1/3/2020).

Ketua PMI Ponorogo, Suwadah, yang diundang dalam acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada remaja masjid Al-Muwahidin di Beduri atas kerjasamanya dalam penyelenggaraan Donor Darah.

Peserta Donor
Suwadah mengatakan kegiatan donor darah sangat bermanfaat khususnya bagi PMI Ponorogo yang saat ini sering mengalami kekurangan (defisit) stok darah akibat banyaknya orang yang membutuhkan darah di sejumlah rumah sakit di Ponorogo.

Bagi pendonor, lanjut dia, donor darah juga memberikan banyak manfaat, diantaranya meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, mengurangi risiko penyakit ginjal, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Suwadah menyebutkan sejumlah syarat bagi orang yang ingin mendonorkan darahnya kepada PMI. Pertama, berusia 17 – 60 tahun, memiliki berat badan tidak kurang dari 48 kg, memiliki tekanan darah normal, serta memiliki sel darah merah atau HB (hemoglobin, red.) yang normal. ***