| Foto Bersama Lurah Beduri (5 dari kiri) |
Dalam rangka menyegarkan kembali perekonomian warga akibat covid-19, Tim Penggerak PKK Kelurahan Beduri menggelar kegiatan Pasar Krempyeng di RT 01/03, pada Ahad, 6/2/2022. Selain memberdayakan ekonomi, Pasar Krempyeng digelar dalam rangka mempromosikan berbagai produk, terutama produk kuliner, yang ada di Beduri.
Lurah Beduri, Sadikin, mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan penyelenggaraan Pasar Krempyeng tersebut. Kegiatan tersebut sangat membantu warga yang terkena dampak akibat pandemi yang masih belum berakhir ini.
Sadikin berharap program Pasar Krempyeng di Beduri bisa menjadi kegiatan rutin yang digelar satu bulan sekali. Ke depannya, akan lebih banyak pedagang dan pengunjung yang datang di pasar kilat ini.
“Kami senang dengan antusiasme pedagang dan pengunjung yang begitu tinggi. Yang jualan juga senang karena dagangannya laris manis,” kata Lurah.
Oleh karena itu, lanjut Sadikin, untuk penyelenggaraan Pasar Krempyeng bulan depan, pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk sosialisasi, promosi, dan pemasangan spanduk di tempat-tempat strategis.
Lurah memastikan Pasar Krempyeng akan menjadi kegiatan rutin bulanan TP PKK Kelurahan Beduri. Sementara mengenai tempat penyelenggaraannya, dia mengatakan untuk sementara tetap digelar di RT 01/03. “Wilayah RT 01/03 cukup strategis dan mudah dijangkau oleh seluruh warga,” katanya.
| Antusiasme warga sambut Pasar Krempyeng |
Sadikin optimistis penyelenggaraan Pasar Krempyeng di bulan depan akan semakin ramai pedagang dan pengunjung, termasuk varian produknya. Untuk itu, dia berpesan kepada pihak panitia untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. “Persiapan itu, termasuk antisipasi penambahan tempat, lokasi parkir, dsb,” pungkasnya.
Diluar Perkiraan
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Pasar Krempyeng Kel. Beduri, Hari Santoso, menilai penyelenggaraan Pasar Krempyeng di Beduri terasa unik, karena selain memfasilitasi warga untuk berjualan, Panitia juga menyelenggarakan senam sehat. “Ternyata tidak hanya ibu-ibu yang ikut senam, bapak-bapak juga tidak mau ketinggalan,” ujar Hari Santoso.
Hari mengakui kegiatan senam tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ke depan, kegiatan senam akan tetap dipertahankan karena, selain menjadi daya tarik, juga untuk membiasakan warga hidup sehat dengan berolahraga serta sebagai sarana hiburan warga.
| Senam Sehat bersama Lurah Beduri |
Tapi, rasa pesimistis itu tiba-tiba hilang begitu melihat semangat yang tinggi dari anggota panitia dan warga yang terlibat saat persiapan pelaksanaan Pasar Krempyeng. Persiapan itu meliputi pengaturan tempat jualan, parkir kendaraan, dll. Termasuk pengaturan lalu lintas jalan, mengingat lokasi pasar berada di jalan ramai, sehingga tidak sampai mengganggu pengguna jalan.
Hari mengaku kaget setelah melihat banyaknya jumlah pedagang dan pengunjung yang ingin meramaikan pasar tersebut. "Saya tidak pernah menyangka bahwa pengujung dan pedagang itu datang sebanyak itu sehingga panitia membagi tugas untuk mengatur situasi dan kondisi," katanya.
Termasuk waktu pelaksanaan, yang semula diperkirakan hanya sekitar 1-2 jam, tapi ternyata melebihi waktu yang ditentukan. Dikatakan, ini termasuk di luar dugaan panitia penyelenggara.
Dengan melihat antusiasme warga, dia yakin jumlah pedagang dan pengunjung di bulan depan akan semakin meningkat. Bahkan, mereka yang ingin jualan tidak hanya warga Beduri tapi juga warga di luar Beduri. “Ini yang harus diantisipasi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan lebih tertib. Ini memang diluar perkiraan kami," katanya,” ujar dia.
Hari melihat ada juga pedagang dadakan, yang semula tidak berjualan. Tapi dengan adanya Pasar Krempyeng merekapun berinisiatif untuk ikut berjualan. Ini termasuk langkah bagus karena dapat meningkatkan penghasilan mereka.
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pedagang dan pengunjung, dia mengungkapkan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama mengenai lokasi pasar yang pada penyelengaraan perdana ini meminjam halaman rumah salah satu warga.
Dia memperkirakan halaman rumah itu tidak akan cukup untuk menampung seluruh pedagang yang berjualan. Antisipasinya, pedagang bisa diarahkan ke jalan-jalan dengan pengaturan sedemikian rupa sehingga tidak menganggu pengguna jalan. “Harus ada pengaturan yang lebih ketat, sehingga keamanan pasar terjamin,” tandasnya.
| Laris Manis: Pasar Krempyeng Beduri |
Sementara, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pedagang
dan pengunjung/pembeli, Hari memberikan solusi, sekaligus usulan, yakni pihak
Kelurahan Beduri selaku penyelenggara perlu menyediakan lahan yang lebih luas
untuk dimanfaatkan berjualan. Misalnya, bisa berupa tanah aset di wilayah RT 01/03.
Dia berharap ke depan Pasar Krempyeng bisa menjadi cikal bakal lahirnya pasar permanen di Kelurahan Beduri. Sebab, meskipun berada di kecamatan kota, namun wilayah Beduri jauh dari Pasar Induk.
Hari mengingatkan Pasar Krempyeng merupakan program TP-PKK Kelurahan Beduri. Untuk itu, kegiatan ini menjadi tanggungjawab bersama seluruh RT di wilayah Beduri. Kegiatan ini memang diselenggarakan di RT 01/03, namun tanggungjawab tetap berada di pihak kelurahan. “Kami hanya ketempatan saja, karena di RT 01/03 dinilai strategis dan mudah dijangkau dari mana saja,” imbuhnya.
Sementara, untuk lebih menyukseskan penyelenggaraan Pasar Krempyeng, Hari mengusulkan agar pihak kelurahan melibatkan berbagai organisasi yang ada di Kelurahan Beduri, misalnya organisasi keagamaan, kelompok tani, Gapoktan, dll. Dengan melibatkan mereka, produk yang dijual pun akan lebih beragam, tidak hanya produk kuliner atau makanan dan minuman. ***