Selasa, 21 Januari 2020

Sulit Dapat Solar, Petani Beduri Utara Beramai-ramai Beralih Pakai Pompa Listrik

Meteran Listrik Sawah

Teknologi membuat hidup kita lebih mudah! Setidaknya itu yang dirasakan para petani di Beduri Utara setelah sawahnya bisa mendapat aliran listrik melalui Program Listrik Masuk Sawah. Jika dulu ada Program Listrik Masuk Desa, sekarang di Beduri ada Program Listrik Masuk Sawah. Mantap!

Program Listrik Masuk Sawah, yang kini semakin populer di berbagai wilayah di Kab Ponorogo, tidak terlepas dari dua permasalahan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena petani semakin sulit mendapatkan BBM (solar) dari SPBU. Kedua, biaya penggunaan pompa listrik dinilai lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan pompa diesel.

Karena dua pertimbangan diatas, beberapa petani di Beduri Utara berinisiatif mengganti pompa dieselnya dengan pompa listrik. Para petani kemudian menunjuk salah satu warga untuk menjadi mediator yang bisa menghubungi pihak PLN Ponorogo untuk merealisasikan rencananya.

Murdjono
Murdjono, salah satu warga yang ditunjuk itu, selanjutnya menghubungi pihak PLN, melalui PT Srikandi, sebagai rekanan PLN.

Kepada Beduri Berkarya, Murdjono yakin Program Listrik Masuk Sawah ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Beduri Utara. Dari sisi biaya, penggunaan pompa listrik bisa menekan biaya hingga 40%-50% dibanding penggunaan pompa diesel.

Dia mencontohkan, kalau menggunakan pompa listrik, biaya energi untuk 1 ha/ 1 x musim panen tidak lebih dari Rp1,1 juta. Sementara jika menggunakan pompa diesel, biayanya bisa mencapai 3 juta/1 ha/1 x panen.

“Selain itu, operasionalnya juga lebih mudah, tinggal pencet tombol, pompa sudah nyala. Tidak perlu mengengkol setiap kali mau dinyalakan,” ujar Murdjono.

Murdjono melaporkan jumlah petani di Beduri Utara yang sudah menggunakan pompa listrik sebanyak 65 orang. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, mengingat berbagai keuntungan yang didapat dengan menggunakan pompa listrik. 

Dikatakan, saat ini hampir semua sawah di wilayah Beduri sudah menggunakan pompa listrik. Berdasarkan pantauan Beduri Berkarya, saat ini setiap petani di Beduri Utara menggunakan daya listrik yang beragam, tergantung dari kebutuhan atau jenis pompa yang digunakan.

Untuk petani yang masih menggunakan diesel dan berniat untuk beralih ke pompa listrik, berikut kisaran biayanya:

NO.
BESARAN
DAYA
UANG MUKA (Rp)
TOTAL
BIAYA (Rp)
1
1.300 VA
2.000.000,00
3.300.000,00
2
2.200 VA
3.000.000,00
4.300.000,00
3
3.500 VA
4.000.000,00
5.500.000,00

Namun, Murdjono mengingatkan, untuk panjang kabel aliran listrik dari tiang sampai ke lokasi sawah, dari PLN hanya tersedia 25-30 meter.

“Artinya, kalau ada lokasi sawah yang membutuhkan ukuran kabel lebih dari 30 meter, maka biaya kelebihannya ditanggung masing-masing petani,” kata dia.

Dia berharap, dengan adanya Program Listrik Masuk Sawah, hal itu bisa mengatasi kelangkaan pasokan air yang selama ini sering dikeluhkan para petani. Selain itu, petani tidak lagi menunggu antrian panjang di POM hanya untuk beli solar.***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar