Sabtu, 08 Mei 2021

Lurah Beduri: Shalat Ied & Silaturahmi Diizinkan dengan Prokes Sangat Ketat

Supatmi, S.Sos.
Menyambut Idul Fitri 1442 H, Kelurahan Beduri Ponorogo mengeluarkan kebijakan berupa himbauan terkait dengan  Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PKM) Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di wilayah Kelurahan Beduri.

Himbauan yang tertuang dalam Surat Edaran Lurah Beduri tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Bupati Ponorogo perihal Perpanjangan PPKM ke-6 dan Pengendalian Penyebaran Virus Covid-19.

Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada para Ketua RT/RW, Lurah Beduri, Supatmi, mengingatkan warga akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di tengah pandemi covid-19 yang justru semakin meluas di Ponorogo ini.

“Kami mohon kerjasamanya buat seluruh warga Beduri agar tetap menerapkan prokes secara ketat, seperti selalu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sanitizer, dan menghindari kerumunan,” kata Lurah Beduri, Supatmi, di Beduri (7/5/2021).

Lebih lanjut Supatmi menjelaskan bahwa dalam rangka menyambut Lebaran 1442 H, pihaknya juga sudah mengeluarkan sejumlah himbauan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di Beduri.

Dalam SE tersebut, setidaknya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan seluruh warga Beduri dalam merayakan Idul Fitri 1442 H, antara lain:

  • Tidak menyelenggarakan Takbir Keliling untuk menghindari kerumunan. Kegiatan takbir cukup dilaksanakan di masjid atau mushola dengan tetap menerapkan prokes secara ketat.
  • Sholat Idul Fitri boleh dilaksanakan di masjid atau tanah lapang dengan persyaratan: a) menerapkan prokes secara ketat, b) masjid/tanah lapang hanya boleh diisi 50% dari total kapasitas tempat tersebut, dan c) hanya boleh diikuti oleh masyarakat/jama’ah dalam satu wilayah.
  • Kegiatan silaturahmi (sejarah) boleh dilakukan diantara keluarga dekat atau masyarakat dalam satu RT dengan prokes secara ketat.

Dengan tiga langkah tersebut diatas, Lurah Beduri berharap dapat mencegah penyebaran covid-19 di wilayah Beduri.

“Kita tentu tidak ingin muncul kluster baru, Kluster Idul Fitri atau Kluster Masjid. Terutama klaster masjid, karena dampaknya akan membuat orang takut beribadah di masjid atau mushola,” ujar Supatmi.

Oleh karena itu, lanjutnya, sudah menjadi kewajiban seluruh warga untuk menjaga agar Beduri  menjadi kelurahan yang terbebas dari bahaya virus corona yang terus mengintai setiap saat. ***