Selasa, 21 Januari 2020

Warga RT 01/03 Renovasi Gedung PG Aminah

Gedung Play Group Aminah Setelah Direnovasi
Pengurus Play Group (PG) Aminah bekerjasama dengan LPMK Kelurahan Beduri berhasil menyelesaikan pembangunan perbaikan gedung PG Aminah.

Perbaikan berupa penggantian atap, dari atap kayu menjadi atap baja ringan itu menghabiskan dana sekitar Rp41 juta yang diperoleh dari Anggaran Dana Kelurahan Beduri Tahun 2019.

“Selain penggantian  atap, tembok yang sudah nampak kusam juga dicat kembali,” ujar Mujiono, Ketua RT 01/03, di Beduri (1/12).

Mujiono mengatakan pelaksanaan renovasi tersebut menghabiskan waktu sekitar satu bulan, dimana tim pelaksananya berasal dari warga di sekitar play group. Menurut dia, pengerjaannya sengaja dikebut agar sekolahan bisa segera di tempati dan anak-anak tidak berlama-lama numpang belajar di rumah warga.

Dia berharap dengan adanya perbaikan ini akan semakin menambah semangat belajar-mengajar para guru dan anak-anak ke depannya. 

Dikatakan, PG Aminah saat ini sudah terdaftar di Diknas Ponorogo. Dengan statusnya itu, sekolah ini berhak mendapatkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.
Namun, dia mengakui, dana yang berasal dari  DAK Non Fisik Kabupaten Ponorogo tersebut, sama sekali belum mencukupi untuk biaya operasional sekolah.

Meskipun demikian, dia berharap para guru bersedia bekerja dan mengabdi sepenuh hati untuk kemajuan pendidikan khususnya di Kelurahan Beduri.

Sejarah  Pendirian
Mujiono pun bercerita ikhwal berdirinya playgroup ini. Menurut dia, sejarah berdirinya PG Aminah di Beduri dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan di Kelurahan Beduri yang mengalami kemunduran pada saat itu.

MUJIONO
Pada awal 1980-an kondisi pendidikan di Beduri (SD Beduri, red.) cukup baik, sehingga bisa menampung anak-anak sekolah yang berasal dari luar Beduri, seperti dari Kel. Keniten.

“Perkembangan selanjutnya, SD Beduri justru mengalami kekurangan murid, karena anak-anak Beduri justru sekolah di luar Beduri, seperti SD Keniten atau SD Mangkujayan,” kenang Mujiono.

Melihat kondisi pendidikan di Beduri yang mengalami kemunduran, kata Mujiono, BKM dan beberapa orang warga Beduri yang peduli dengan masalah ini berinisiatif mendirikan sebuah lembaga pendidikan di lingkungan Beduri. Tujuannya untuk menampung anak-anak Beduri agar bisa sekolah di lingkungan sendiri.

Alhasil, berkat kerja keras semua pihak, akhirnya di Beduri bisa berdiri sebuah sekolah usia dini, yang selanjutnya diberi nama “Play Group Aminah”. Berdiri pada 2011, sekolah ini dibangun diatas tanah wakaf dengan status pinjam pakai selama 20 tahun.

Sekolah ini dibangun dengan menghabiskan dana sekitar Rp62,5 juta. Dari dana sebesar itu, sebanyak Rp45 juta merupakan bantuan dari PNPM, sedangkan sisanya merupakan swadaya murni masyarakat yang ada di dua lingkungan, yakni lingkungan RT 01/03 dan RT 05/03 Kel. Beduri.
 
Kini, sekolah itu sudah berdiri. Tugas kita, kata Mujiono, adalah merawat dan menjaganya agar anak-anak tetap nyaman belajar di Play Group Aminah. “Ini aset kita yang berharga, kita sendiri yang harus merawat dan menjaganya,” pungkas Mujiono.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar