Pengurus
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Mulyo Kelurahan Beduri Ponorogo sepakat
untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pertemuan rutin, arisan anggota, dan transaksi simpan-pinjam menyusul masih mewabahnya COVID-19 di berbagai daerah di
Indonesia.
![]() |
| Hari Santoso |
Kedai tersebut dipilih, menurut Hari, karena memenuhi persyaratan keamanan dari COVID-19, diantaranya tempatnya bersih, nyaman, serta memiliki ruangan yang besar, sehingga mudah mengatur posisi tempat duduk agar diantara peserta rapat bisa saling menjaga jarak aman.
Dengan masih mewabahnya virus Corona, Hari mengajak seluruh masyarakat Beduri untuk menaati himbauan yang disampaikan oleh pemerintah dan aparat kepolisian.
Hari menegaskan
pentingnya mengikuti himbauan pemerintah agar untuk sementara waktu tidak
mengadakan pertemuan, mengurangi interaksi dengan orang lain, serta selalu ada
di rumah. Selain itu, tidak kalah penting adalah menjaga stamina agar badan
tetap sehat.
“Karena,
virus Corona ini penyebarannya sangat cepat dan sangat mematikan,” kata pria yang
kerap disapa Sijek itu.
Dia pun
membeberkan alasannya tetap melakukan pertemuan Pengurus Gapoktan di tengah situasi
yang sangat tidak kondusif saat ini.
Pertama,
sebagai Pengurus Gapoktan – yang membawahi tiga Kelompok Tani dengan jumlah
anggota sebanyak 194 petani – harus membuat kesepakatan penting dan mendesak, yang nantinya
akan menjadi acuan kebijakan bagi anggota kelompok tani.
Kedua,
pertemuan Pengurus Gapoktan dimaksudkan untuk mengajak anggota kelompok tani
agar untuk sementara waktu tidak melakukan pertemuan dan menghentikan transaksi simpan pinjam di kelompoknya masing-masing.
Dijelaskan, transaksi itu artinya ada kontak langsung dan itu sangat berpotensi menjadi media penularan. “Bisa dibayangkan, kalau tidak kita atur, dan masing-masing kelompok tani masih ada pertemuan dan transaksi simpan-pinjam justru membahayakan diri mereka sendiri,” tegas Hari.
Dijelaskan, transaksi itu artinya ada kontak langsung dan itu sangat berpotensi menjadi media penularan. “Bisa dibayangkan, kalau tidak kita atur, dan masing-masing kelompok tani masih ada pertemuan dan transaksi simpan-pinjam justru membahayakan diri mereka sendiri,” tegas Hari.
Ketiga,
Pengurus Gapoktan dibebani tanggungjawab terkait dengan laporan keuangan,
terutama dana PUAP yang tidak sedikit. Untuk itu, pertemuan itu sekaligus
sebagai bentuk tanggungjawab dan komitmen Pengurus Gapoktan dalam menjalankan
roda organisasi di tengah situasi wabah Corona.
Hari
menyebutkan beberapa poin kesepakatan penting yang dicapai dalam pertemuan
tersebut, antara lain:
- Pertemuan rutin Gapoktan Margo Mulyo untuk sementara waktu ditiadakan sambil menunggu situasi kembali pulih dari krisis wabah Corona.
- Karena dalam pertemuan rutin Gapoktan Margo Mulyo juga terdapat kegiatan arisan, maka pembayaran arisan yang tertunda akan dibayarkan sekaligus pada arisan berikutnya (dibayar dobel).
- Transaksi simpan-pinjam di Gapoktan Margo Mulyo dihentikan sementara waktu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait merebaknya wabah COVID-19.
- Masing-masing kelompok tani anggota Gapoktan Margo Mulyo tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pertemuan dan transaksi simpan-pinjam selama masa krisis wabah Corona.
- Sejak diberhentikannya transaksi simpan-pinjam di Gapoktan Margo Mulyo maka untuk pembayaran bunga angsuran ditiadakan untuk sementara waktu.
Hari berharap,
poin-poin yang sudah disepakati Pengurus Gapoktan tersebut diatas dapat
dilaksanakan oleh seluruh anggota dengan penuh tanggungjawab. Dia juga meminta setiap
anggota kelompok tani untuk menyosialisasikan kesepakatan ini kepada para
petani yang menjadi anggotanya. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar