![]() |
| Foto Bersama: Lurah Beduri, Kepala Puskesmas Ponorogo Utara, Babin/Kamtibmas, dan Peserta Rakor Corona |
Menindaklanjuti Instruksi Bupati Ponorogo No. 01 Tahun 2020 tentang Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-2019) Di Kabupaten Ponorogo. Pihak Kel. Beduri telah mengadakan acara “Rapat
Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Corona/COVID-19”, di Aula Kel. Beduri
(17/3/2020).
Hadir pada acara Rakor tersebut antara lain Lurah Beduri,
Kamtibmas dan Babinsa Kel. Beduri, Kepala Puskesmas Ponorogo Utara sebagai
pembicara, serta seluruh undangan para guru, Ketua RT/RW, tokoh
masyarakat, dan tokoh agama.
Berikut hasil liputannya.
Berikut hasil liputannya.
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Orangtua Diminta Pantau Anak-Anak Selama Diliburkan Sekolah
![]() |
| Supatmi, S.Sos. |
Meskipun demikian, itu tidak boleh disikapi dengan rasa
panik dan cemas yang berlebihan, sehingga justru bisa memperlemah sistem
imunitas tubuh kita sendiri. “Sikapi dengan tenang dan mulai mengubah PHBS (pola
hidup bersih dan sehat, red.),” ujar Supatmi.
Dia juga mengingatkan adanya Instruksi Bupati Ponorogo
terkait upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona (COVID-19).
Dari Instruksi Bupati yang berjumlah 15 poin itu, salah satu hal yang perlu
diperhatikan adalah soal poin keputusan libur sekolah di wilayah Ponorogo. Instruksi Bupati Ponorogo No. 01 Tahun 2020 selengkapnya dibaca DISINI.
Terkait hal tersebut, Lurah mengingatkan pentingnya peran
orangtua dalam mengawasi anak-anaknya selama menjalani proses belajar di rumah,
menyusul adanya Instruksi Bupati Ponorogo yang meliburkan anak sekolah di
seluruh jenjang pendidikan/sekolah, di wilayah Ponorogo, mulai 17 – 30 Maret
2020.
Supatmi menjelaskan, dengan mengacu pada Instruksi Bupati
Ponorogo tersebut, ada perubahan konsep dan sistem belajar-mengajar. Tidak lagi
bertemu bertatap muka di dalam kelas, melainkan belajar di rumah masing-masing
dengan metode belajar online. “Namun tetap dipantau oleh masing-masing guru di
sekolah,” kata Lurah.
![]() |
| Peserta Rakor Corona |
Lurah Beduri minta kepada para Ketua RT/RW dan Kepala
Sekolah untuk terus memantau anak-anak selama menjalani proses belajar di
rumah. Orangtua juga diingatkan agar jangan sampai lengah dalam menjaga
anak-anak. “Dengan kata lain, jangan sampai anak-anak malah menggunakan
kesempatan libur sekolah untuk bermain di luar rumah. Ini yang perlu kita
cegah,” tegas Supatmi.
Dijelaskan, tujuan sekolah diliburkan adalah untuk
memutus rantai penularan virus corona yang merebak di berbagai wilayah di
Indonesia. Dengan mengurangi keluar rumah, menurut dia, hal itu bisa
meminimalisir terjadinya penyebaran virus COVID-19 ini.
Untuk itu, dia kembali mengingatkan, agar orangtua
memastikan anak-anak mengikuti proses belajar di rumah sesuai yang berikan oleh
guru masing-masing. Termasuk kepada pihak Kamtibmas Kel. Beduri diminta untuk
turut serta membantu memantau dan mengawasi anak-anak selama masa belajar di
rumah.
![]() |
| Virus Corona (www.radarbandung.id) |
Termasuk, fasilitas-fasilitas umum, seperti sekolah, masjid,
mushola, dan fasilitas lainnya perlu dijaga kebersihannya. “Ikuti anjuran
Bupati untuk menggulung karpet masjid untuk sementara waktu serta warga
melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungannya masing-masing.
Demi Beduri yang bebas virus Corona ini, Supatmi meminta semua
pihak terlibat aktif melakukan sosialisasi akan bahaya virus yang sangat
mematikan ini di lingkungan masing-masing. “Mulai tokoh masyarakat, tokoh
agama, lembaga pendidikan (PT, SMA, SMP, SD, TK, dan PAUD), orangtua/walimurid, monggo
kita bersatu melawan virus Corona,” ajak Lurah Beduri.
Cegah Penularan Virus Corona, Ini Penjelasan dr. Barunanto
Ashadi
![]() |
| dr. Barunanto Ashadi |
Sementara itu, dr. Barunanto Ashadi, Kepala Puskesmas
Ponorogo Utara, yang diundang sebagai pembicara dalam acara sosialisasi
tersebut, mengatakan bahwa sejatinya virus itu bisa dikatakan makhluk setengah
hidup. Artinya, virus hanya bisa bertahan hidup di benda hidup. Jika dia
(virus, red.) menempel pada benda mati, virus tersebut tidak akan bisa lama
(bertahan hidup).
Menurut dia, tempat juga mempengaruhi virus untuk bisa bertahan
hidup. Dia mencontohkan, virus yang menempel di logam umumnya bisa bertahan
hidup lebih lama ketimbang virus yang menempel pada baju atau kain. Untuk itu,
dia mengingatkan, agar kita selalu berhati-hati dan tidak sembarangan memegang benda-benda
logam saat berada di tempat umum, seperti tangga yang ada di mall dan
sebagainya.
“Juga tidak usah khawatir dan takut tentang penularan virus
Corona, karena virus Corona hanya bisa menular dari orang ke orang dengan jarak
1.8 meter, melalui percikan air ludah atau bersentuhan,” jelas Barunanto.
Menghadapi merebaknya virus Corona, menurut Barunanto, yang
paling aman adalah membiasakan diri untuk selalu cuci tangan sehabis bepergian
dari suatu tempat. Dia mengungkapkan, menurut penelitian, mencuci dengan air
mengalir itu lebih baik dibanding dengan mencuci menggunakan sanitizer. Hal ini
karena jumlah sanitizer yang digunakan umumnya tidak mencukupi. Kedua, teknik
penggunaannya juga sering salah, sehingga tidak bisa merata ke seluruh bagian
tubuh yang dicuci.
Menurut dia, sulitnya menghadapi penyakit akibat virus,
termasuk COVID-19, karena virus tidak bisa diobati dengan obat antibiotik. “Virus
itu makhluk setengah hidup, maka obat antibiotik tidak bisa mengobati penyakit
akibat virus”, kata Kepala Puskesmas Ponorogo Utara itu.
Dikatakan, menjaga daya tahan tubuh tetap fit juga menjadi
salah satu cara untuk menangkal penyebaran virus masuk ke tubuh kita. Dia mengatakan,
dalam beberapa kasus, virus umumnya akan mudah menyerang seorang yang sedang mengalami
beban psikologis, seperti stress. Orang yang mengalami stress biasanya daya
tahan tubuhnya menjadi lemah. Hingga berbagai macam penyakit pun mudah
menyerang, termasuk virus.
Selain stress, panik dan perasaan cemas yang berlebihan juga
bisa mempengaruhi daya tahan tubuh. Dalam kondisi rawan penyebaran virus Corona
ini, dia menyarankan agar kita tetap tenang dan tidak perlu panik, yang bisa
berakibat melemahkan daya tahan tubuh kita.
![]() |
| Peserta Sosialisasi Corona |
Barunanto menjelaskan, gejala umum seorang yang terpapar
virus Corona biasanya mengalami demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas. Dikatakan,
panas itu ibarat alarm dalam tubuh kita. Jika ada gangguan penyakit yang masuk
kedalam tubuh kita maka alarm berupa panas itu akan ‘menyala’.
Menurut dokter, virus Corona bisa diminimalisir dengan meminum
banyak air putih. Dia menyarankan sesering mungkin kita minum air putih untuk
membasahi tenggorokan kita. Pasalnya, virus umumnya akan mudah menyerang
seorang yang tenggorokannya terlalu kering karena kekurangan cairan (kurang
minum).
Minum air putih sangat bermanfaat untuk mendorong virus di
tenggorokan agar masuk ke asam lambung. Virus yang masuk ke asam lambung dengan
sendirinya akan mati. Karena konsentrasi asam lambung yang cukup kental. Sekaligus,
kita dianjurkan untuk tidak terlalu banyak minum es, karena es bisa menekan
sistem pertahanan tubuh kita. “Virus itu bisa bertahan hidup lebih lama dalam kondisi
dingin dan akan segera mati jika kondisinya panas,” katanya.
Diakui, virus Corona memang menjadi wabah global yang perlu
penanganan sangat serius. Saat ini, lebih dari 100 negara di dunia, termasuk
Indonesia, sudah tertular COVID-19. Yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan
virus Corona, salah satunya adalah dengan mendata para Pekerja Migran Indonesia
(PMI) yang baru pulang dari luar negeri. “Mereka yang baru pula bekerja di
negara yang sudah tertular virus perlu terus dipantau,” ujar Barunanto.
![]() |
| Peserta Rakor Corona |
Bagaimana cara memantaunya? Kita pantau selama 14 hari sejak
dia pulang dari luar negeri. Jika dalam waktu 14 hari dia mengalami demam
tinggi disertai batuk dan sesak nafas, maka harus dilakukan screening untuk
memastikan apakah ada gejala terkena virus Corona atau ada penyakit lain yang
dibawa dari luar negeri.
PMI yang baru pulang bisa dikatakan aman dari virus Corona,
jika setelah 14 hari tidak menunjukkan gejala apapun. Jika terjadi sakit
setelah 14 hari maka itu kemungkinan besar karena sakit biasa, bukan karena
virus Corona.
Dilaporkan, di Kel. Beduri khususnya terdapat 4 PMI yang
baru pulang dan keempat orang tersebut terus dipantau perkembangannya selama 14
hari sejak mereka tiba di Beduri. Jika dalam waktu 14 hari dia mengalami sakit,
disarankan agar segera melapor ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan
pengecekan lebih lanjut.*****







Tidak ada komentar:
Posting Komentar