![]() |
Dari Kiri:
Babinsa Kel. Beduri, Pendamping
Gapoktan Kel. Beduri, Koordinator PP Kec. Ponorogo, dan Lurah Beduri
|
Selain menghadirkan pengurus dan anggota, panitia juga mengundang sejumlah pihak terkait, antara lain Lurah Beduri selaku Ketua Komite Pengarah Gapoktan Margo Mulyo, Koordinator PP Kec. Ponorogo, Pendamping Gapoktan Kel. Beduri, Babinsa Kel. Beduri, dan Babinkamtibmas Kel. Beduri.
![]() |
| Supatmi |
Meskipun demikian, dia mengingatkan agar seluruh pengurus dan anggota tidak cepat merasa puas atas prestasi yang diraihnya. Dia mendorong Gapoktan tersebut agar bekerja lebih giat untuk mewujudkan cita-citanya membangun sektor pertanian di Kel. Beduri yang lebih maju.
Supatmi juga mengaku bangga karena kinerja Gapoktan yang terus meningkat. Dia pun membandingkan dengan Gapoktan di kelurahan lain di wilayah Kec. Ponorogo. Menurut dia, Gapoktan Kelurahan Beduri sudah maju dan berkembang.
Ke depan, dia minta agar Gapoktan Margo Mulyo tidak hanya menangani masalah simpan pinjam, namun bisa berperan lebih besar yakni bisa memiliki dan mengelola koperasi dan pertokoan sendiri agar lebih mudah melayani kebutuhan seluruh petani. “Kalau bisa mengambil peran itu, peningkatan kesejahteraan seluruh anggota lebih mudah dicapai,” katanya.
Namun, untuk mencapai itu, tidak kalah penting adalah adanya kerjasama yang baik dan sinergis antar kelompok tani dan anggotanya agar Gapoktan Margo Mulyo lebih eksis dan lebih maju lagi.
![]() |
| Niken Widayati |
Menurut Niken, RAT merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota dan Gapoktan Margo Mulyo sudah melaksanakannya dengan baik. Dia juga mengapresiasi warga Beduri yang memberikan perhatian besar terhadap keberadaan Gapoktan. “RAT yang dilaksanakan malam hari ini merupakan yang keempat di Kecamatan Ponorogo,” kata Niken.
Niken mengungkapkan pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Gapoktan di wilayah Kec. Ponorogo, termasuk Gapoktan Sumber Mulyo, pada 2020 kembali mendapatkan kucuran dana dari Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA).
Namun, lanjut Niken, persyaratan untuk mendapatkan dana LKMA, Gapoktan harus memiliki dana minimal senilai Rp200 juta. Untuk itu, dia berharap anggota Gapoktan Margo Mulyo bisa menumpuk modal dan untuk sementara tidak menggunakan dananya agar bisa mendapatkan dana LKMA tersebut.
Niken juga secara khusus minta pihak Kel. Beduri agar kembali menganggarkan dana untuk pelatihan anggota Gapoktan Margo Mulyo. Dia mencontohkan salah satu pelatihan yang pernah dilaksanakan bersama Gapoktan Sumber Mulyo adalah Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik beberapa bulan lalu.
Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Gapoktan Margo Mulyo yang sudah kooperatif saat dilakukan pemeriksaan (audit, red.) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) khususnya untuk program POC (Pupuk Organik Cair, red.).
Sementara itu, Ketua Gapoktan Margo Mulyo Kel. Beduri, Hari Santoso, mengingatkan pentingnya pelaksanaan RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota. Hari pun berkomitmen untuk secara rutin menyelenggarakan RAT setiap tahun dalam rangka transparansi pengelolaan keuangan.
![]() |
| Hari Santoso |
Pelatihan tersebut diikuti oleh anggota dari ketiga kelompok tani dibawah Gapoktan Margo Mulyo. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota sekaligus bisa menekan biaya jika bisa membuat pupuk organik sendiri,” kata Hari.
Kedua, Gapoktan Margo Mulyo bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kec. Ponorogo juga telah menyelenggarakan praktek penyemprotan aplikasi di sawah untuk wilayah Beduri Utara yang diikuti tiga kelompok tani.
Terakhir, Gapoktan Beduri menjalin kerjasama dengan pihak PLN Ponorogo dalam rangka pelaksanaan program listrik masuk sawah. Saat ini, katanya, untuk areal sawah di wilayah Beduri Utara sudah teraliri listrik. Berita terkait, baca: Sulit Dapat Solar, Petani Beduri Utara Beramai-ramai Beralih Pakai Pompa Listrik.
Dalam sambutannya, Hari pun mengajak seluruh anggota Gapoktan agar ke depan ada perubahan pola waktu tanam. Jika selama ini semua petani selalu menanam padi yang selalu bergantung pada air. Ke depan, pola tanam seharusnya diubah, bercocok tanam yang lain, misalnya palawija, yang tidak membutuhkan banyak air.
Hal ini, menurut dia, tidak terlepas dari informasi yang diterima dari BMKG, bahwa diprediksi akan ada kemarau panjang. Hari pun mengajak seluruh anggota untuk mengantisipasi ramalan BMKG tersebut dengan cara mengubah metode tanam. “Ini hanya masukan, agar kedepan seandainya terjadi kemarau panjang dan kekurangan air mari kita sama-sama beralih metode tanam,” ajak Hari.
Hari menyatakan Gapoktan siap membantu kesulitan petani. Menurut dia, Gapoktan lahir dan besar dari petani, sehingga sudah tepat jika Gapoktan mengambil peran yang lain, diluar tugas utamanya menangani kegiatan simpan-pinjam.
Kinerja Keuangan Gapoktan Margo Mulyo 2019
Gapoktan Margo Mulyo Kel. Beduri lahir karena adanya kepentingan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani khususnya di Kel. Beduri. Dengan berdirinya Gapoktan Margo Mulyo diharapkan dapat menjembatani kepentingan seluruh petani yang bergabung menjadi anggotanya.
Sejak menerima dana PUAP dari Dinas Pertanian Kab. Ponorogo, untuk dikelola dalam bentuk LKMA pada 2009, Gapoktan Margo Mulyo terus berupaya membesarkan usahanya melalui kegiatan Simpan Pinjam kepada seluruh anggota.
Alhasil, sejak didirikan, dari laporan perhitungan rugi-laba pada 2019, Gapoktan ini berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp25,6 juta. Tentu, ini tidak lepas dari peran aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang berkomitmen menjadikan Gapoktan Margo Mulyo menjadi usaha yang tumbuh, maju, dan berkembang.
Keanggotaan
Gapoktan Margo Mulyo Beduri membawahi tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sumber Mulyo, Sumber Rejeki, dan Tani Makmur. Hingga Desember 2019, Gapoktan Margo Mulyo memiliki anggota aktif sebanyak 194 orang, yang tersebar di tiga kelompok tani. Sumber Mulyo memiliki 69 orang, Sumber Rejeki (65 orang), dan Tani Makmur (60 orang).
![]() |
Peserta RAT Gapoktan Margo Mulyo Beduri 2019
|
Kapitalisasi
Dari sisi kapitalisasi, selama kurun waktu satu tahun di tahun 2019, terjadi kenaikan permodalan di Gapoktan Margo Mulyo sebesar 0,2% yakni dari Rp173,6 juta pada awal 2019 menjadi Rp205,8 juta pada akhir 2019.
Donasi PUAP 2009 masih menjadi penyumbang terbesar untuk modal awal senilai Rp100 juta, disusul Dana Cadangan Rp31,1 juta, Simpanan Pokok Rp19,4 juta, dan lainnya Rp24,1 juta. Sedangkan kontribusi terbesar untuk modal akhir berasal dari modal awal sebesar Rp140,5 juta, disusul pendapatan jasa Rp28,9 juta, simpanan pokok Rp19,4 juta, dan lainnya Rp17 juta.
Simpanan Anggota
Simpanan anggota di Gapoktan Margo Mulyo berasal dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Simpanan Sukarela. Per 31 Desember 2019, jumlah keseluruhan uang simpanan anggota sebesar Rp31,1 juta, yang terdiri dari Simpanan Pokok Rp19,4 juta, Simpanan Wajib Rp9,3 juta, dan Simpanan Sukarela Rp2,4 juta.
Dari besaran uang simpanan anggota pada 2019, Kelompok Tani Sumber Mulyo menjadi penyumbang terbesar senilai Rp11,1 juta, disusul Kelompok Tani Sumber Rejeki Rp10,4 juta, dan Kelompok Tani Tani Makmur Rp9,6 juta.
Pendapatan dan Belanja
Penggerak roda usaha di Gapoktan Margo Mulyo Beduri masih berasal dari Pendapatan Jasa, Pendapatan Denda, Administrasi, dan Jasa Bank. Per 31 Desember 2019, total pendapatan Gapoktan Margo Mulyo sebesar Rp32,1 juta.
Dari total pendapatan tersebut, Pendapatan Jasa menjadi penyumbang terbesar senilai Rp28,9 juta, posisi kedua Pendapatan Administrasi 2,9 juta, disusul Pendapatan Denda Rp0,9 juta, dan Pendapatan Jasa Bank Rp00,9 juta.
Dari sisi belanja, tidak banyak pengeluaran yang dilakukan Gapoktan Margo Mulyo, baik pengeluaran rutin maupun non-rutin. Per 31 Desember 2019, Gapoktan Margo Mulyo hanya membelanjakan modal senilai Rp7 juta, yang sebagian besar dipergunakan untuk pos-pos biaya non rutin.
Penutup
Gapoktan Margo Mulyo akan menjadi bidang usaha yang maju dan berkembang serta bermanfaat bagi anggotanya jika semua kelompok tani dan anggotanya merasa ikut memiliki Gapoktan ini.
Di lapangan, untuk meningkatkan pemahaman seluruh anggota terhadap Gapoktan, Pengurus Kelompok Tani diharapkan bisa membantu Gapoktan untuk mengadakan sosialisasi dan penyuluhan kepada anggota di kelompok masing-masing. ***





Silakan beri masukan dan komentar agar web ini bermanfaat bagi seluruh warga Kel. Beduri dan pembaca yang mengunjunginya
BalasHapus